Rabu, 04 Maret 2015

aksesoris korea termurah

Enam desainer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) turut menyemarakkan gelaran fashion Jakarta Fashion and Food Festival 2014 (JF3), dengan mengeksplorasi beragam kain tradisional jadi baju ready to wear yang moderen. Bertempat di grand ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, Jakarta Utara, semasing menghadirkan delapan set baju dengan garis rancang yang variatif.

Koleksi cukup menarik datang dari karya Yongki Budisutisna, yang memproses batik catat dengan motif Kawung dalam design lebih moderen serta muda. Kesan etnik tidak terlihat dalam rancangan Yongki yang bertopik 'Resurrection' ini, tetapi dengan cara sekilas lebih tampak seperti motif geometris memiliki nuansa urban. Motif Kawung ada dalam ukuran besar serta garis yang lebih tegas. Shift dress, atasan minim detil, short pants dan rok pensil dalam warna monokrom makin menguatkan kesan urban khas anak muda yang memanglah suka pada kesederhanaan serta style minimalis dalam berbusana.

Bila Yongki menonjolkan modernitas, jadi Masa Soekamto pilih 'kembali' ke saat lantas. Memakai kain Iwan Tirta Private Collection bermotif batik kuno Sawunggaling, Masa membuat baju dengan kombinasi garis tegas serta lembut. Melalui koleksi bertopik Asmaradhana, desainer yang juga yang memiliki agensi jenis ini coba menghadirkan sosok wanita yang anggun tetapi tangguh. Material tidak tipis serta kaku digabungkan dengan bahan halus dan tidak tebal yang tampak serasi dalam satu kesatuan baju. Ada dengan coat memiliki volume, rok serta gaun drapery juga cape juga sebagai alternatif kebaya yang unik.

Koleksi lain yang cukup menarik perhatian datang dari Mel Ahyar. Anggota baru IPMI ini mengangkat tehnik sulam usus dari Sumatra, yang dituangkan diatas gaun malam berpotongan slim. Mel berhasil menonjolkan keseksian wanita tanpa ada tampak terlalu berlebih dengan permainan sulam usus di bagian-bagian baju. Material menerawang dengan detil sulam diterapkan pada ruang depan sisi atas, belakang dan samping gaun. Suatu karya adi baju yang sayang untuk ditinggalkan keindahannya.

Disamping itu Carmanita mengusung batik dengan nuansa tropis dalam garis rancang sebagai ciri khasnya, yakni siluet longgar dengan pola dekonstruktif. Yogie Pratama dengan tema 'Ligne', mengangkat kain tenun Jepara bermotif garis. Didominasi warna merah, Yogie coba menghadirkan baju bergaya 60-an yang terbagi dalam gaun cocok tubuh, setelan blouse serta rok pensil ketat, baju berpotongan A-line yang melebar ke bawah dan blouse dengan lengan memiliki volume.

Parade baju bertopik 'Kain Negeri' ini ditutup oleh Barli Asmara dengan koleksinya yang bertopik 'Culture Mix. ' Memakai tenun Garut, Barli menyuguhkan koleksi baju cocktail dalam beberapa warna cerah yang dipermanis dengan detil kristal, payet dan manik-manik.

 " Seluruhnya kain Indonesia awalannya cuma dipakai untuk acara kebiasaan. Misi kami mulai sejak dahulu yaitu berkelanjutan membawa kain Indonesia agar lebih di cintai bangsanya sendiri. Mari berbarengan angkat kerajinan bangsa kita sendiri, berperan serta dalam tingkatkan industri kreatif berbasis budaya, " tutur Ketua IPMI Sjamsidar Isa, saat sebelum peragaan berjalan, Minggu (18/05/2014). aksesoris korea termurah

aksesoris korea termurah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: moga berkah

0 komentar:

Poskan Komentar