Selasa, 24 Maret 2015

aksesoris korea supplier

aksesoris korea supplier Desainer Masa Soekamto bukan sekedar mahir membuat baju, namun juga melakukan bisnis. Nyaris 15 th. ia jatuh bangun mengecap pengalaman juga sebagai perancang sekalian entrepreneur, sampai saat ini menjabat juga sebagai Direktur Kreatif Iwan Tirta Private Collection.

Dalam Festival Pengusaha yang di gelar di Jakarta, Kamis , anggota aktif Indonesian Young Pengusaha ini sharing narasi serta pengalamannya. Seluruhnya bermula dari kecintaan pada bagian yang dia tekuni, yaitu fashion. Seiring waktu berjalan, ia dihadapkan pada kenyataan bahwa ia mesti terjun ke dunia usaha, tak sebatas membuat baju.

 " Sangat banyak peristiwa yang saya lalui, dari usaha kecil di garasi, tak mempunyai PT, tak memahami hukum usaha serta industri kreatif, namun dari sana saya tertantang, " tuturnya.

Dalam prosesnya, Masa lantas banyak belajar tentang seluk-beluk usaha. Mengetahui serta mengerti ekspektasi pelanggan, rekanan kerja, investasi, sampai bertumbuh serta berkembang.

Menurut dia, baik usaha retail maupun project spesial semasing ada keunggulan serta kekurangannya. Saat dihadapkan pada permasalahan modal yang besar, harus mesti ada partner serta investor.

 " Yang paling dahsyat pernah ditipu orang hingga alami kesusahan dalam keuangan, namun lagi-lagi bangkit, " katanya.

Waktu itu Masa mengerti bila jalan sendiri mengatur seluruhnya sektor bisnis dari A hingga Z bakal sangatlah melelahkan. Terlebih yang ia mau bangun yaitu integritas serta keyakinan. Karenanya brand Masa Soekamto serta Urban Crew jadi label yang dikelolanya dengan serius.

Tawaran Iwan Tirta
Mei th. lantas, Masa berhimpun serta jadi direktur kreatif dari Iwan Tirta Private Collection (ITPC). Ini adalah salah satu impiannya juga sebagai pekerja kreatif. Tuturnya, walau pengalaman memerankan usaha sendiri itu asyik, bagaimanakah juga ada pengetahuan yang dapat disalurkan dengan optimal demikian didampingi manajemen usaha yang solid. Hingga, dia dapat konsentrasi.

Saat Iwan Tirta wafat dunia dua th. lantas, karyanya semakin memperoleh animo umum yang lebih tinggi. Pembentukan manajemen harus menyeimbangi prinsip Iwan yang idealis.

 " Disini, saya lihat bahwa hasil yang dikeluarkan tidak cuma jadi komoditas untuk jualan saja, namun juga membawa nilai lebih, histori, " katanya.

Motif batik Iwan Tirta, kata Masa, berisi histori yang bernilai untuk orang-orang. Bila ingin lihat ke merek-merek elegan luar negeri yang ada, nyaris seluruhnya menghormati titik histori yang beranjak dari keluarga kerajaan. Umpamanya Louis Vuitton dengan kerajaan Perancis, atau Gucci dengan Monaco. Sedang Indonesia, sejarahnya erat dengan yang ada didalam keraton.

 " Batik di keraton digunakan untuk menghormati histori, yang di buat sedemikian rupa juga sebagai medium dengan sang pencipta, " tuturnya.

Batik dahulu memanglah cuma ada pada tembok istana, namun lalu dapat jadi visual communication atau kitab jalan. Jadi, tak sebatas digunakan saja.

 " Maksudnya lantas tidak cuma untuk jualan, namun juga sekalian berguna untuk menghormati budaya serta histori, " imbuhnya.

Ada kian lebih 10. 000 motif warisan Iwan Tirta, serta Masa mengenalkannya ke umum melalui koleksi yang ia namakan Royal Wisdom. Tiap-tiap motif mempunyai cerita sendiri yang penuh arti.

aksesoris korea supplier Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ilham Septian

0 komentar:

Poskan Komentar