Minggu, 15 Maret 2015

aksesoris korea grosir jakarta

aksesoris korea grosir jakarta Langkah Irma Febri Purbaningrum (16) demikian mantap. Tangannya mahir memainkan alat musik marching bell. Ia mengambil langkah tegap yakin diri berbaris diantara kawan-kawan yang juga memainkan alat musik seperti marching bell, snare drum, serta saxophone.

Siapa saja akan tidak menganggap bila Irma serta kawan-kawannya yaitu remaja-remaja berkebutuhan spesial. Walau tak dapat mendengar prima seperti remaja pada umumya, tindakan marching band mereka tak kalah prima.

Tidak ayal, tindakan mereka dapat memukau beberapa ratus pemirsa yang datang di halaman kantor Bakorwil Dua, Kota Magelang, Rabu (2/4/2014) tempo hari.

Ya, mereka adalah salah satu dari sembilan grup peserta aktivitas bertopik " Ekspresion of Disability " dalam rencana Hari Kesadaran Autisme Sedunia atau World Autism Awareness Day (WAAD).

Ketua panitia aktivitas, Sigit Purnomo (48), menyampaikan ada sembilan sekolah mengagumkan (SLB) di Kota Magelang, Kabupaten Magelang serta Kabupaten Rekanggung, ikut dalam acara yang dikemas enjoy serta menghibur ini.

 " Inspirasi awal aktivitas ini dilatarbelakangi rasa keprihatinan kami pada anak-anak berkebutuhan spesial yang kurang memperoleh perhatian. Mereka masih tetap dilihat mata sebelah serta sering memperoleh perlakuan diskriminatif, " papar Sigit.

Menurut Sigit, aktivitas yang baru pertama di gelar ini dapat jadi peristiwa perjumpaan anak-anak berkebutuhan spesial ke orang-orang luas lewat beragam aktivitas seni serta budaya. Diantaranya, marching band, kuda lumping, bermacam tarian, fashion show, pentas musik, dance, serta pantomim. Ditambah juga, pemutaran film, community perform, serta bazar bermacam product.

Acara makin meriah lantaran dilengkapi dengan juga agenda hunting foto serta lomba photo bertopik “Aku Bisa” yang menangkap beragam kesibukan aktivitas positif serta kreatif beberapa penyandang difable dalam rangkaian aktivitas satu hari ini.

Lomba ini memerebutkan piala Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito. " Harapannya, orang-orang semakin mengetahui serta akrab dengan anak difabel, mereka tidak mau dikasihani namun cuma mau di beri peluang untuk berekspresi serta berkarya, ” ucap Sigit.

aksesoris korea grosir jakarta Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ilham Septian

0 komentar:

Poskan Komentar