Jumat, 13 Maret 2015

aksesoris korea di jakarta

Menyusuri kota Tokyo diakhir minggu memanglah mengasyikkan. Jalanannya tidak terlampau ramai serta padat seperti hari umumnya. Udaranya fresh, pas untuk jalan-jalan.

Kesempatan ini, rombongan wisata saya berbarengan de'koffie jalan menuju Ginza. Bus juga berhenti di segi kanan suatu supermarket populer di Ginza. Nyatanya, bus tidak dapat masuk ke jalan protokol di Ginza, lantaran tiap-tiap minggu, pemerintah Jepang mengaplikasikan ketentuan car free day (CFD). Car free day Ginza ini berlaku dari pagi hari hingga jam 17. 00 saat Jepang.

Bila CFD di Jakarta, " memajang " bundaran HI serta Patung Selamat Datang juga sebagai pusat perhatian, jadi Ginza memamerkan gedung bertingkatnya. Tidak cuma satu, namun beberapa puluh gedung yang berbaris rapi di segi kiri kanan jalannya bakal membuai mata Anda.

Berdiri pas di dalam jalan raya yang membelah dua segi gedung serta melihat jauh lurus ke depan, seolah bikin Anda terasanya di kota seribu gedung, New York. Arsitektur gedungnya banyak didominasi dengan arsitektur gedung moderen, tetapi sebagian ada yang mengadaptasi style Eropa classic dengan bata merahnya.

KOMPAS. COM/CHRISTINA ANDHIKA SETYANTI ginza
Tur guide saya, Ellie, menyampaikan, pemerintah Jepang berniat mengaplikasikan ketentuan CFD mulai sejak satu tahun lebih lantas, karena beberapa orang yang kagum dengan lokasi ini. Mobil-mobil yang melintas di lokasi ini tidak segan berhenti cuma untuk berfoto. Mengakibatkan, antrean kendaraan juga mengular serta bikin perjalanan tersendat. Dengan ketentuan CFD ini, tiap-tiap minggunya, lokasi ini bebas kendaraan bermotor. Pengunjung juga dapat dengan bebas nikmati tiap-tiap pojok serta segi Ginza.

Menyusuri jalan raya di selama Ginza ini sangatlah mengasyikkan. Gedung tinggi dengan cat bermacam warna, ditemani dengan adanya banyak orang yang berlalu lalang sembari bercanda serta berfoto. Seluruhnya merasa enjoy serta mengasyikkan.

Seolah mulai capek mendongak saat memadang gedung tinggi, perhatian saya teralihkan dengan keindahan bunga-bunga yang mekar. Pas dibawah Le Cafe Doutor, suatu toko bunga kecil yang memajang keindahan alami bunga-bunga memiliki nuansa merah, ungu, serta oranye sangatlah beri kesegaran mata. Walau cuma toko kecil, tetapi ia tidak pernah luput dari pandangan orang yang melalui.

Tidak jauh dari toko bunga ini, suatu gedung megah dengan arsitektur Eropa classic yang romantis, Gedung Seiko, atau Seiko Wako. Seiko Wako adalah salah satu gedung elegan serta tertua di lokasi ini. Diatas gedungnya, ada menara jam Hattori yang di bangun oleh Kintaro Hattori, pendiri perusahaan jam Seiko.

Capek menyusuri Ginza, tidak ada kelirunya menyeruput satu gelas kopi dingin serta nikmati makanan ringan. Namun kopi bakal lebih enak lagi bila di nikmati sembari duduk di dalam jalan. Janganlah pikirkan Anda duduk diatas aspal. Spesial CFD, pemerintah setempat nyatanya memberi sarana bangku serta payung besar. Bangku serta payung besar ini ditempatkan pas di dalam jalan supaya kebanyakan orang dapat melepas capek, bercakap, bahkan juga makan sembari nikmati panorama gedung-gedung tinggi ini. aksesoris korea di jakarta

aksesoris korea di jakarta Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ilham Septian

0 komentar:

Poskan Komentar