Minggu, 29 Maret 2015

aksesoris kalung rosario

aksesoris kalung rosario Telah banyak desainer dunia yang menyebutkan kekagumannya pada kreatifitas serta kekuatan desainer Indonesia, satu diantaranya desainer Belanda, Addy Van Den Krommenacker, serta Paco De Jaimes, Presiden World Fashion Week. Addy serta Paco keduanya sama mengungkap kekaguman mereka pada pencapaian Indonesia ini.

 " Indonesia mempunyai seluruhnya sumber daya yang diperlukan, dari kain tradisional, mesin tekstil, skill, serta desainer yang andal. Dengan ini saya meyakini bajwa Indonesia dapat jadi pusat mode dunia saat sebelum 2025, " ungkap Paco waktu konferensi pers Indonesia Fashion Week 2013 di Jakarta Convention Center, sekian waktu lalu.

Walau terima banyak pujian, tetapi Indonesia tampak masih tetap tertatih dalam memajukan industri fashion-nya. Lantas apa yang jadi akar permasalahan perkembangan industri fashion Indonesia?

1. Penilaian rendah customer pada baju dalam negeri
Hingga sekarang ini, umumnya customer masih tetap berasumsi rendah kwalitas serta design baju kreasi desainer dalam negeri. " Masih tetap beberapa orang Indonesia yang memikirkan bahwa baju dapat melambangkan status sosial mereka. Tidak heran bila mereka berlomba-lomba untuk mencari baju dengan merk populer dari luar negeri, " ungkap Dina Midiani, Direktur Indonesia Fashion Week 2013 pada Kompas Female, sekian waktu lalu.

Walau sebenarnya bila dipandang lebih cermat, sesungguhnya kwalitas baju merk lokal tidak kalah bagusnya dengan merk luar negeri. Cuma saja, masalah kwalitas masih tetap ditaklukkan kesan style waktu menggunakan pakaian buatan luar negeri atau baju yang dibeli diluar negeri. " Industri fashion Indonesia akan tidak maju, bila orang Indonesia sendiri malas memakai baju lokal, " tuturnya.

2. tersedianya material kain
Ardistia Dwiasri, desainer Indonesia yang berhasil di New York, mengungkap bahwa salah satu masalah yang kerap dihadapi desainer Indonesia yaitu ketersediaan tekstil. " Untuk desainer, hal yang paling mesti jadi perhatian lebih waktu membuat baju yaitu material bahannya, " terang Ardistia.

Untuk desainer, material yang diambil bakal bermanfaat untuk mewujudkan hasrat dan imajinasi desainer dengan hasil kenyataannya. Tiap-tiap bahan mempunyai tipikal serta struktur yang tidak sama, serta ketidaksamaan ini bakal bikin hasil jadinya juga tidak sama.

Waktu pilih material, desainer juga mesti memikirkan perihal performance serta kontinuitas bahan. Performance bahan ini bakal merubah kenyamanan waktu digunakan. " Semurah apapun harga pakaian, bila bahan yang dipakai tak nyaman, pasti akan tidak disenangi. Jadi pilih bahan mungkin saja permasalahan yang serius, " timpal desainer Oka Diputra, dalam acara yang sama.

Sesudah temukan bahan yang di cari, tantangan yang dihadapi setelah itu yaitu kontinuitas (ketersediaan) bahan untuk periode panjang. Ardistia mengungkap permasalahan yang umumnya dihadapi yaitu kesusahan untuk temukan bahan yang sama juga dengan kwalitas yang sama.

aksesoris kalung rosario Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ilham Septian

0 komentar:

Poskan Komentar