Minggu, 29 Maret 2015

aksesoris kalung hello kitty

aksesoris kalung hello kitty Baru mendarat di Jakarta sesudah 1, 5 bln. melakukan pekerjaan jenising di Italia, jam biologis Laura Muljadi (28) masih tetap berantakan. Disebabkan jetlag, jerawat bertumbuhan di muka. Jam tidurnya juga kacau balau.

Sore itu ia gesit mempersiapkan suguhan minuman serta kue saat didapati ditempat tinggalnya di suatu apartemen di lokasi Kuningan, Jakarta Selatan. Sesudah menyalakan lilin therapy yang menyebarkan aroma kesegaran teh, ia berujar, ”Sori, saya tidak dapat masak ya. ” 1/2 lari ia mengambil tas rias dari kamar, duduk selonjoran di lantai ruangan tamu, serta lalu minta saat untuk merias muka.

Waktunya sepanjang hari itu sudah di habiskan untuk ikuti rapat di suatu yayasan sosial yang konsentrasi pada pendidikan anak jalanan. Laura kerap tak enak hati lantaran terlampau lama mesti meninggalkan anak didiknya saat ada pekerjaan diluar Jakarta.

Dari tempat rapat, Laura cepat-cepat menyewa ojek untuk kembali ke apartemen. Ia mempunyai berlangganan ojek yang siap sedia mengantarnya menembus kemacetan Jakarta. ”Ini baru hingga, jadi tidak pernah dandan. Maaf ya, ” kata Laura.

Kepiawaian merias ala jenis lalu dipertontonkannya. Tangannya gemulai bersihkan muka, meratakan bedak, membuat cantik mata, serta memoles lipstik ke bibir. Abrakadabra, muka polos itu makin memesona.

”Aku serupa kakek. Gelap kulitnya serta tinggi. Saya kombinasi Serang serta Pontianak. Ayah serta mamaku Tionghoa, namun banyak yang katakan saya lebih seperti orang India, ” tutur Laura mengawali pembicaraan.

Pekerjaan 12 detik
Laura berteman dengan dunia jenis saat memperoleh beasiswa kuliah di Belanda. Ia lalu menjajal panggung jenising di Belanda, Rusia, Selandia Baru, Perancis, Italia, Jepang, serta negara lain di Asia.

Sesudah lulus serta pulang ke Tanah Air, Laura telanjur jatuh cinta pada jenising. Ia bahkan juga ikhlas menampik tawaran bekerja di bank dan melepas beasiswa S-2 yang telah ada di tangan untuk tekuni dunia jenis.

”Modeling tidak dapat kelak. Kesempatannya cuma saat ini. Saya tidak ingin bangun di umur 40-an serta menyesali suatu hal yg tidak saya kerjakan dahulu, ” kata Laura.

Pengorbanannya tidak percuma. Laura saat ini di kenal juga sebagai salah satu jenis memiliki bakat yang banyak di cari desainer populer. Ia dapat berikan kesan menawan pada pakaian yang dikenakannya. Ciri-ciri Laura sama dengan karya yang menawan serta etnik. Rasa yang muncul saat jalan di runway yang bikin Laura ketagihan.

Laura terasa pekerjaan jenis sama dengan artis film, cuma saja tanpa ada dialog. ”Pas jalan pasti deg-degan. Ini pekerjaan 12 detik. Tidak dapat salah. Anda hanya mempunyai peluang satu kali, ” tutur Laura.

Sepanjang 12 detik, seseorang jenis jadi jembatan penyampai pesan dari desainer. Tiap-tiap pakaian serta tiap-tiap panggung mempunyai ciri-ciri semasing yang perlu diselami. ”Kami bertugas memberi jiwa pada koleksi. Mesti jadi orang lain serta menyembunyikan emosi, ” katanya.

Di catwalk, Laura mesti terus tersenyum saat rambutnya tercerabut hiasan kepala yang berat. Kakinya pernah tidak berniat terjahit mendekati tampak. Laura mesti mengalahkan ketakutannya pada panggung tinggi serta sepatu hak tinggi.

Jenising, untuk Laura, memanglah bukan sebatas batu loncatan atau hoby. Pekerjaan juga sebagai jenis mesti dijalani dengan serius supaya akhirnya optimal. Keseriusan itu dapat dipandang dari langkah Laura melakukan profesinya.

Dari 0, Laura mulai bangun jaringan dengan turut bermacam casting. Ia mengawalinya dengan hal kecil seperti menghafal nama komplit dari beberapa ratus desainer Indonesia. ”Di jenising, keyakinan bukanlah nomer satu, tetapi bagaimana caranya kita memberikan keyakinan orang, ” kata Laura.

Ia yang awalannya sekalipun tak mempunyai rekanan di jagat mode Tanah Air lalu jadi satu dari jejeran supermodel Indonesia. Seiring waktu berjalan, ia juga mencapai keyakinan beberapa desainer populer.

Keyakinan itu diantaranya tampak saat Laura mencapai The Best Jenis (Designer’s Choice) di Jakarta Fashion Week 2009 serta Face Icon Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2010.

Anak jalanan
Dunia jenising di Indonesia, menurut Laura, sangatlah menjanjikan. Peragaan baju bukan sekedar di gelar untuk mempertontonkan koleksi, namun telah jadi sisi dari usaha hiburan. Peluang besar tersebut yang membawa banyak jenis asing berdatangan ke Indonesia.

Di puncak karirnya, Laura mengambil keputusan membatasi tawaran tampak juga sebagai jenis mulai th. ini. ”Saya sangatlah menyukai pekerjaan ini. Tiap-tiap th. saya senantiasa menyampaikan satu tahun lagi saja, tidak dapat segera ninggalin. Terlampau shock bila mendadak, ” kata Laura.

Sembari pelan-pelan kurangi jadwal jenising, Laura mulai berikan jumlah semakin banyak untuk aktivitas mengajar bhs Inggris serta Matematika untuk anak jalanan. ”Sudah telanjur sayang ke anak jalanan. Saya sangatlah konsen dengan gosip wanita serta anak, ” imbuhnya.

Sekarang ini Laura cuma mengajar diakhir minggu. Ia di panggil kakak oleh anak jalanan sebagai muridnya di kolong Jembatan Grogol, Jakarta Barat. Dari anak-anak ini Laura menuai arti positif perihal hidup.

Laura, umpamanya, terperanjat saat membagikan biaya transportasi untuk muridnya. Beberapa anak tidak ingin terima biaya dari Yayasan Teman dekat Anak sebesar Rp 3. 000 itu saat ada rekannya yang lebih memerlukan. ”Rezeki itu ada jalannya. Ndak usah maruk, ” kata Kak Laura.

Hitam itu seksi
Jadi jenis merubah semua hidup Laura. Ia tidak lagi kurang percaya diri mempunyai kulit gelap serta badan jangkung. Hitam itu nyatanya seksi.

”Pekerjaan ini buat percaya diri. Ada argumen mengapa Tuhan membuatku seperti ini, ” kata Laura.

Mulai sejak kecil, Laura kerap diolok-olok lantaran badannya yang kelewat jangkung. Orang-tua Laura hingga memintanya tak olahraga, terlebih renang. ”Orangtuaku katakan, sulit kelak mencari suaminya lantaran dari kecil tinggi serta hitam, ” lebih Laura.

Ia mengerti dianya unik saat bersua dengan Emilie Bouwman di Belanda serta ditawari berhimpun dengan Favourite Jenis Agency. Saat itu, Laura dengan berat 82 kg serta tinggi 181 sentimeter bekerja juga sebagai pramusaji di suatu restoran.

”Karena stres serta kangen rumah, saya makan cokelat terus-terusan. Saya tidak dapat tidak makan. Dapat emosi tinggi. Demikian belajar jenising, saya diet serta beratku turun jadi 49 kg, ” tutur gadis yang akrab di panggil Baby Lau ini.

Orang-tua Laura yang takjub lihat pergantian putrinya lalu mengizinkannya melakukan profesi jenis. ”Saya jenis di siang hari, pemakan cokelat saat malam, serta dengan cara sadar pencari kehidupan yang tambah baik, ” tuturnya.

aksesoris kalung hello kitty Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ilham Septian

0 komentar:

Posting Komentar